Negeri Dongeng

Satu kisah, adalah sebuah negeri yang bernama “Donesial”. Katanya negeri yang kaya. Ada juga yang mengatakan bagai kolam susu, batang pohon dilempar saja langsung tumbuh.

Jangan tanya jumlah pulaunya, berenteng-renteng. Jumalah rakyatnya…jutaan Bro. Berikut ini kisahnya :

Dulu kala negri ini berupa  Kerajaan yang bertebaran, hingga akhirnya datanglah para penjajah dari negri Monyet yang bercokol ratusan tahun, menguras harta dan mencetak jutaan rakyat bodoh dengan kerja paksanya.

Sampai akhirnya muncul pemikiran untuk melawan Monyet putih dengan senjata dan diplomasi. Akhirnya tercapailah kata Merdeka, sampai sekarang ini. Kisah ini berlanjut dengan rebutan kekuasaan antar paham, baik demokratis maupun komunis. Bahkan terjadi pemberontakan yang menewaskan beberapa jendral negeri ini.

Setelah terpilih Presiden ke 2, masalah kembali datang karena kediktatorannya, hutang yang menumpuk tanpa diketahui rakyatnya hingga akhirnya tumbang karena reformasi. Apakah selesai masalah bangsa ini? Ternyata masih juga ada, dan rebutan kekuasaan masih menjadi penyebab utama. Eh ditambah lagi mendapat julukan kalau negeri ini salah satu negeri paling banyak kasus korupsinya. Busyet deh…gak yang dipusat ataupun daerah sama-sama punya hobi : Korupsi Berjamaah.

Dibentuklah sebuah Lembaga yang menangani dan mencari para tikus berdasi ini…dan setelah banyak tikus yang tertangkap. Eh ternyata ada lagi kisah yang kata sebagian orang merupakan skenario besar untuk melumpuhkan Lembaga pencari tikus berdasi ini.

Apa kata rakyatnya : CAPE DEH !!!!

3 Tanggapan

  1. he..he.. mang donesial..🙂

  2. terus, apa yang bisa diambil/dipelajari dari tulisan ini?

  3. so what gitu loch…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: