Tolak PILKADAL

Setelah pemerintah pusat mengesahkan UU tentang pemilihan kepala daerah langsung ( pilkadal ), maka sekonyong-konyong negara yang menganut paham demokrasi ini langsung seperti “kerasukan” jin bukan jean, apalagi jun. Apalagi setelah adanya pemekaran daerah, orang-orang yang merasa dirinya paling berhak memimpin daerahnya serta merta mengobarkan ambisi diri untuk menjadi orang paling atas atau bodoh didaerahnya masing-masing.

Apa yang terjadi kemudian? sudah pasti, pemborosan APBD, Korupsi, dan yang sampai saat ini terus saja terjadi adalah Kerusuhan. Yap, yang terakhir inilah yang paling membuat kita miris, bagaimana tidak, demi orang BODOH yang kebetulan punya duit ( entah darimana ), rakyat mau baku hantam dengan saudara sendiri. Ketika ditanya kepada para pakar politik :..” Yah inilah fenomena dari pembelajaran demokrasi”…Busyet…Demokrasi seolah dijadikan kambing congek..atau bahkan rakyat ini cenderung permisif untuk melalukan adu jotos atas nama DEMOKRASI…

Sudah sedemikian bodohkan rakyat ini? sehingga memilih pemimpin yang mau membayar mereka? Padahal bisa jadi uang yang mereka pakai juga berasal dari kantong rakyat. Belum lagi janji-janji yang mereka umbar ketika kampanye, dan sebenarnya sebagian rakyat tahu akan hal itu, bahwa janji itu banyak bohongnya tetapi toh mereka masih membela mati-matian juga. GILA !

4 Tanggapan

  1. YUK AAAHHH..TOLAK PIL-KADAL..PIL-KB..PIL-EXTACY..🙂

    sungguh ironis memang dengan adanya PILKADA..entah berapa dana yang dihabiskan untuk perhelatan tsb..belum lagi duit yang dihamburkan para calon..kemarin BUNDAku menjahit pakaian yang katanya kainnya berasal dari sumbangan bininya si CALON..
    aku bilang ajah ma BUNDAku…trima ajah kainnya BUN..tapi pilihan tetap dari nurani
    Kayanya masyarakat kita biasa/mau aja di KADALIN tar liat ajah low dah nyante di di atas KURSI PANAS..noleh aja mereka belon tentu mau

    hehehe ini hanya ungkapan pribadi atas impotensi politik yang dah lama di idap negara ini..mudahan gada yang tersungging…*kaaaabbbuuuurrrrr aaahhh*

  2. Semuanya butuh waktu mas….
    Mungkin rakyat di suatu daerah butuh waktu beberapa kali pilkadal untuk membandingkan…. pemimpin apa yang layak untuk dipilih.

  3. Mungkin mas Abdee benar, cuman waktu juga yg akan “membuat rakyat jadi gila”…makasih mas dah mampir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: