Apa yang anda pilih : Hidup Senang atau Senang Hidup?

Saat naik angkot ( plat baru belum kelar kata dealer ), ya udah suka gak suka saya kembali ke alam saya yang sebenarnya yaitu naik angkot. Sebenarnya banyak yang bisa diperoleh dengan naik angkot, daripada naik motor atau mobil pribadi ( yang terakhir emang saya belum mampu lho ). Dengan naik angkot banyak yang saya temui ( kecuali copet, ampun deh! )..orangtua, sebaya, anak abg bahkan bayi ( sama ibu/bapaknya tentunya ).

Saya paling senang menengok raut muka mereka ketika perjalanan ke tempat kerja ( pagi ) dan waktu pulangnya. Banyak yang ingin saya tebak dalam raut muka mereka, meskipun banyak salahnya tebakan saya ( karena saya emang bukan mama laurents juga Dedi Corbuzier ). Itulah kelebihan naik angkot, ketimbang naik motor, apesnya lagi kalau pas ketemu Razia alias Pak Pol. Kehabisan minyak, atau mogok karena busi, capek deh!

Ketika saya naik angkot inilah, sambil melihat wajah orang-orang yang saya temui didalam angkot terbersit pertanyaan dalam benak saya, enakan mana ya : Hidup senang apa senang hidup? Mungkin anda masih bingung dengan pertanyaan saya ini. Kalau anda bingung apalagi saya..hehehe. Begini, saya berpikir ketika melihat orang-orang yg harus berdesakan didalam angkot, kemudian mereka melihat diluar orang2 santai didalam mobil dengan AC plus musik, atau sepasang orang yg asyik berpelukan diatas laju motornya? Adakah terbersit dalam pikiran mereka : wah..enaknya orang2 itu, punya mobil sendiri, motor sendiri sehingga gak hars berdesakan seperti ini? Apakah terlintas dlam benak mereka sebuah tekad : aku harus kaya, biar bisa beli mobil atau motor shg gak perlu desak-desakan didlam angkot? Mengartikan Hidup Senang apakah hanya sebatas materi yang tercukupi?

Satu lagi, apakah lagi makna Senang Hidup? apakah yang penting hidup…bisa berbuat apa saja. Ah saudara saya benar-benar pusing mikirin pertanyaan pilihan ini. Tapi saya gak mau stress sendiri…tolong deh kalau ada yang bisa ngasih masukan tentang pertanyaan ini.

Iklan

Sahabat Jauhku di Hongkong

Saya punya sahabat yang jaraknya lumayan jauh, yaitu Hongkong. Negara yang belum pernah saya kunjungi. Tetapi jarak bukan soal kata orang sekarang, banyak media untuk berkomunikasi, meskipun cuma satu arah. Blog adalah salah satunya.

Meskipun tidak pernah ngasih komentar sekedar say Halo, tapi dia selalu absen meski cuma 1 bulan sekali. Gak papalah, yang penting saya merasakan kehadirannya.

Sahabat…semoga Tuhan senantiasa melindungimu, menjagamu dari mara bahaya. Jaga dirimu baik-baik, mungkinkah ada pertemuan? Saya tidak terlalu berharap akan itu…sapaan dari jauh sudah cukup menghibur.

Tolak PILKADAL

Setelah pemerintah pusat mengesahkan UU tentang pemilihan kepala daerah langsung ( pilkadal ), maka sekonyong-konyong negara yang menganut paham demokrasi ini langsung seperti “kerasukan” jin bukan jean, apalagi jun. Apalagi setelah adanya pemekaran daerah, orang-orang yang merasa dirinya paling berhak memimpin daerahnya serta merta mengobarkan ambisi diri untuk menjadi orang paling atas atau bodoh didaerahnya masing-masing.

Apa yang terjadi kemudian? sudah pasti, pemborosan APBD, Korupsi, dan yang sampai saat ini terus saja terjadi adalah Kerusuhan. Yap, yang terakhir inilah yang paling membuat kita miris, bagaimana tidak, demi orang BODOH yang kebetulan punya duit ( entah darimana ), rakyat mau baku hantam dengan saudara sendiri. Ketika ditanya kepada para pakar politik :..” Yah inilah fenomena dari pembelajaran demokrasi”…Busyet…Demokrasi seolah dijadikan kambing congek..atau bahkan rakyat ini cenderung permisif untuk melalukan adu jotos atas nama DEMOKRASI…

Sudah sedemikian bodohkan rakyat ini? sehingga memilih pemimpin yang mau membayar mereka? Padahal bisa jadi uang yang mereka pakai juga berasal dari kantong rakyat. Belum lagi janji-janji yang mereka umbar ketika kampanye, dan sebenarnya sebagian rakyat tahu akan hal itu, bahwa janji itu banyak bohongnya tetapi toh mereka masih membela mati-matian juga. GILA !

Koran Digital

Informasi ini saya dapat dari Pak Slamet ( mediabatam.com )

Sekarang kita bisa baca koran digital yang penampilannya seperti koran beneran ( maksud saya koran dari kertas yang setiap hari kita baca ). Keuntungannya adalah update tiap hari, bisa di zoom ( perbesar ), dibaca dengan format pdf, kirim ke teman.

Berikut linknya :

Koran Tempo

Kompas

Kontan

Jadi, bagi yang ingin baca koran hari ini sambil tetap nge-Blog, apa salahnya kunjungi situs tersebut. Selamat mencoba!

SK Parpol No Urut 34

Sehubungan dengan banyaknya desakan ke meja redaksi saya, maka saya akan menerbitkan no urut Parpol yang akan ikut ( bahkan selalu ikut sebenarnya ), yaitu Parol GOLPUT dengan no urut 34. Bagi yang ingin nyoblos Parpol ini silahkan pilih no urut 34.

Dan untuk calon Presidenpun sudah kami siapkan fotonya ( menyusul ), Berikut gambar Parpolnya, silahkan ditengok baik-baik :

No Urut Parpol Peserta PEMILU 2009

Informasi ini saya dapat dari kpu.go.id, ada 34 peserta Pemilu 2009. Dan mereka sudah mendapatkan no urut masing-masing, termasuk partai PKB yang sedang “bermasalah” akibat ada dualisme kepengurusan. bahkan salah satu pemimpin parpol tersebut sempat emosi, karena ternyata KPU tetap mengundang dar pihak Muhaimin. Meski akhirnya tetap diputuskan bahwa PKB mendapatkan no urut 13 ( angka sial? ).

Banyak masyarakat yang menilai bahwa jumlah Parpol pesreta Pemilu dirasa terlalu banyak, meskipun sebagian yang lain mengatakan “wajar” karena ini efek sebuah Demokrasi. Tapi inilah kenyataan yang ada di negeri ini, banyaknya cost atau biaya penyelenggaraan pemilu masih belum dipahami oleh sebagian masyarkat kita, sehingga berapapun banyak parpol yang ikut…hajar saja.

Jadi, Partai anda mendapatkan no urut berapa? atau mungkin anda Golput? atau Goltam? Apapun Partai anda atau Golput kah anda yang jelas Pemilu akan segera berlangsung. Mu jadi aggota legislatif atau cukup jadi partisan atau bahkan oposisi sekalian, silahkan. Semua pilihan ada pada anda.

Silahkan download no urut parpol di SINI5

Artis Jadul dan Jarang

Semakin modern jaman, ternyata membawa konsekuensi moral yang sangat mengerikan. Tulisan ini hanyalah setitik dari semakin kacau balaunya dunia pertelevisian, artis, entertainmen, dan sebagainya. Popularitas menjadi tujuan utama ( tentu saja selain materi ), sehingga segala cara mesti ditempuh. Tampil dengan busana “seadanya” baik karena alasan mode atau tuntutan produser. Sehingga acara-acara TV baik yang on air maupun off air adalah ajang pamer tubuh bagi sebagian artis kita.

Jangan pernah bermimpi melihat artis kita ( terutama yang cewek ) akan berpenampilan sopan, hal ini terasa sangat jauh berbeda saat kita menyaksikan acara televisi ( khusunya acara musik ) pada masa era 80-an. Penampilan para artis kita tetap bersahaja dan tetap memikat tanpa harus memamerkan apa yang “dimilikinya”. Bahkan tanpa video clip sekalipun, hanya penari latar dari pelawak misalnya tetap menarik bahkan mengundang kita untuk tersenyum.

Melihat para artis saat ini yang “haus” popularitas, materi….buehhhh ( maaf ) rasanya mau muntah saja menengok mukanya ( Apalagi Dewi Per***, Julia Pe***, dan banyak lagi kan ). Sudah membosankan, kecentilan, dll dech. Silahkan buktikan sendiri salah satu penampilan artis Jadul yang hingga saat ini tetap enak untuk dilihat.

Artis sekarang sengaja gak saya tampilkan, karena saya yakin anda sudah sering melihatnya di televisi. Entah anda senang atau tidak, terserah anda ya.