Bea Cukai Sarang Koruptor?

Habis baca-baca blog liputan6, yang meliput tentang kasus korupsi yang terjadi di lingkungan kantor Bea Cukai. Nampaknya hal ini bukanlah suatu hal yang baru ditelinga kita, lembaga ini memang paling rawan dengan aksi suap menyuap.

Berikut liputannya menurut liputan 6 SCTV :

Peredaran uang yang diduga hasil pungutan liar di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tangjungpriok, Jakarta Utara, diperkirakan mencapai Rp 12 miliar per bulan. Demikian dikatakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Anwar Supriyadi di Jakarta, Selasa (3/6).

Dalam penggeledahan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjungpriok, Jakut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama tim Internal Kepatuhan Beda dan Cukai, menemukan uang suap sebesar Rp 500 juta. Uang tersebut diduga dari perusahaan yang sedang mengurus dokumen ekspor impor. Dari penggeledahan itu, empat pegawai terindikasi korupsi.

Ada empat modus suap di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjungpriok. Satu, importir memberikan amplop berisi uang dengan mencantumkan nomor dokumen. Kedua, importir menstranfer uang ke rekening petugas Bea dan Cukai. Ketiga, importir membayar uang tunai melalui bagasi mobil ke bagasi mobil petugas bea cukai. Terakhir, menggunakan kurir, seperti satuan pengaman (satpam), tukang parkir, dan petugas kebersihan untuk menyuap petugas Bea dan Cukai.

Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan, empat pegawai Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjungpriok, Jakarta Utara, diindikasi melakukan suap. Menyusul temuan ini, KPK segera memeriksa para petugas kebersihan, satuan pengamanan (satpam), dan tukang parkir yang diduga perantara suap. Demikian dikatakan Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M. Jasin di Jakarta, baru-baru ini.

Selain menemukan penyuapan, penggeledahan KPK bersama pihak Bea Cukai di KPU Bea Cukai Tanjungpriok, mendapati modus baru suap. Yaitu, menggunakan kurir seperti satpam, tukang parkir, dan petugas kebersihan. Bahkan, tempat ibadah pun menjadi lokasi para koruptor bertransaksi.

Atas temuan KPK, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Direktur Jenderal Bea Cukai Anwar Supriyadi mengakui masih ada kelemahan dalam pengawasan. Namun upaya bersama KPK untuk memberantas korupsi di Departemen Keuangan akan terus berjalan.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam penggeledahan KPU Bea Cukai Tanjungpriok ditemukan uang Rp 500 juta. Diduga, duit sebesar itu adalah suap dari perusahaan yang sedang mengurus dokumen ekspor impor. Dari penggeledahan itu, 17 orang dinyatakan tidak terlibat, 48 orang masih dalam penyelidikan, dan empat orang terindikasi korupsi. KPK pun akan memeriksa perantara yang membantu maraknya penyuapan di Bea Cukai.

7 Tanggapan

  1. wah bener tuh
    harus di pantau terus

    biar negara ga rugi

  2. masyaAllah…

  3. @ achoey : Smoga aja KPK kerja lebih keras lagi, maksih dah mampir, orang Muntilan ya?

    @ Hangga : yah…itulah

  4. ayo bapak ibu KPK. didoakeun🙂

    Iya kang…harus bin wajib tuh

  5. Praktek tsb sudah berlangsung lama, apes-nya, jatuh kepada 4 orang (sekarang 5 orang) yang jadi tersangka. Bagaimana bos-bos yang dulu pernah tugas di Tj Priok? Sekarang tinggal cuci tangan.

    Wah, betul mas! tapi kayaknya akan seperti kasus yang dulu2

  6. emang iya tuh… banyak lembaga negara yang kondisinya basah seperti bea cukai banyak tindak korupsinya.
    lalu bagaimana dengan lembaga basah negara lain seperti dep. kepolisian ?

    Kayaknya hampir semua Dept yang ada berpotensi adanya Korupsi, bahkan Depag sekalipun…memprihatinkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: