Kembalinya Anwar Ibrahim

Berita ini saya petik dari Kompas Online, berikut petikannya :

KUALA LUMPUR, SELASA – Sepuluh tahun setelah ditendang dari kekuasaan, pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim akhirnya menginjakkan kakinya lagi di gedung parlemen, Selasa (29/4).

Namun, Anwar tidak kembali sebagai seorang politisi, tetapi sebagai suami anggota parlemen. “Ini awal yang baru. Saya sudah masuk. Saya tidak akan pernah pergi lagi,” kata Anwar setelah menghadiri upacara pembukaan parlemen. Di gedung itu dulu ia sering hadir sebagai Deputi Perdana Menteri dan Menteri Keuangan.

Anwar hadir pagi itu sebagai suami Wan Azizah Wan Ismail yang memenangi satu kursi untuk Partai Keadilan Rakyat dan sekarang menjadi pemimpin formal kelompok oposisi di parlemen. Anwar mengatakan, tidak akan lama lagi ia akan terpilih menjadi anggota parlemen juga melalui pemilu sela.

Anwar ditendang dari kekuasaan pada tahun 1998 oleh PM Mahathir Mohamad yang berkuasa waktu itu. Ia dituduh terlibat dalam kasus korupsi dan sodomi. Anwar membantah semua tuduhan itu yang diyakini sebagai akal-akalan. Tuduhan sodomi itu akhirnya dibatalkan, tetapi ia tetap menjalani kurungan atas tuduhan korupsi.

Tuduhan korupsi itulah yang menghalanginya memegang jabatan publik sampai 14 April 2008 sehingga ia tidak bisa ikut dalam pemilu 8 Maret lalu.”Ya, 10 tahun itu waktu yang lama, tapi bagus juga bisa kembali,” katanya setelah ngobrol dengan Sultan Mizan Zainal Abidin, Raja Malaysia, dan tamu-tamu penting lainnya, termasuk rekan sekerjanya di pemerintahan. “Mereka sopan. Ya sekadar ngobrol ringanlah,” imbuhnya.

“Saya selalu yakin bahwa dalam politik Anda tidak boleh terlalu sakit hati. Nyatanya, saya senang juga bertemu beberapa teman-teman lama, termasuk yang di kabinet. Mereka ngomong yang baik-baik dan saya membalasnya,” kata Anwar.

Anwar mengatakan, istrinya bukan perpanjangan tangannya. “Dalam 10 tahun terakhir, dia semakin cerdas dan berkompeten soal kemampuan dan kekuatannya. Dia ada di sini tidak lagi karena menjadi istri Anwar,” katanya.

Buat Search Engine bayangan

Iseng-iseng ganti search engine yang biasanya nongol nama firefox atau google, ganti sebentar tampilannya dengan nama kita sendiri. Mau? langsung aja ketik http://www.pimpmysearch.com
Ya udah ketik nama tampilan yang kita inginkan, nggak lama muncul deh nama kita di mesin pencari menggantikan Firefox atau yang lain. Kalau sudah muncul, jangan lupa jadikan dia sebagai home page kita….tenarin diri sendiri

Selamat kepada Hidayat Nur Wahid

Barokalloh ‘alaik wa barokalloh ‘alaika wal jama’a bainakuma fii khoir…

Doa yang sangat pantas kami ucapkan kepada Bapak Hidayat Nur Wahid, orang cukup pantas dijadikan teladan bagi pejabat negara yang lain. Dengan kesederhanaan yang melekat dalam kesehariannya, saya yakin bahwa setiap orang akan gembira mendengar kabar walimahan beliau.

Semoga keluarga baru beliau akan senantiasa diberikan keberkahan, mawaddah dan warohmah. Dan beliau akan tetap mampu menjadi teladan bagi keluarga muslim di negeri ini.

Sekali lagi selamat Pak Hidayat…

Fenomena Artis Jadi Pejabat

beberapa bulan belakangan ini, khususnya di Indonesia sudah kita jumpai beberapa artis kita yang terjun didunia politik. Mulai dari anggota dewan di DPR/MPR sampai dengan menduduki jabatan dalam wilayah kabupaten sampai dengan propinsi. Dahulu, para artis ini hanya sebagai icon untuk kampanye Parpol peserta Pemilu, tetapi sekarang nampaknya artis-artis kita mulai “cerdas”, yakni sekalian mencalonkan diri menjadi wakil rakyat sampai dengan pejabat bupati atau gubernur. Mereka yakin bahwa fans adalah asset yang tidak bisa dianggap remeh. Sekarang mereka tidak mau sekedar dijadikan tungganan politik, tetapi mereka sekaligus menjadikan profesi mereka untuk memompa sebuah ambisi. Adji Massaid, Angelina Sondakh, Komar, dll yang sekarang menjadi anggota dewan. Dan sekarang mulai Rano Karno, terakhir Dede Yusuf menjadi pejabat Daerah. Bukan suatu hal yang mustahil apabila suatu saat Negri ini juga akan dipimpin oleh Orang yang memulai karir di Bidang keartisan.
Arnold Swazeneger untuk ukuran internasional, dan mungkin masih banyak lagi yang lain. Jadi saya tidak heran melihat para orangtua yang “memaksa” anak-anaknya menjadi artis (penyanyi/bintang film). Karena bisa jadi profesi ini akan mengantar mereka menjadi orang nomer satu di Negri ini.
Jelas gak salah asalkan memang mereka benar-benar mengetahui cara berpolitik yang lurus dan benar, bukan hanya sekedar menjadikan jabatan sebagai MESIN UANG bagi diri sendiri.
Jadi kapan kita mau melamar jadi Artis?

Alternatif Upload File, Sharing & Download

Akhir-akhir ini Pemerintah tengah gencar-gencarnya menutup situs yang berpotensi menyebarkan “sesuatu” yang dilarang. Maka saudara-saudara tidak perlu khawatir karena masih banyak alternatif lain yang masih bisa dipakai. salah satu contoh adalah ziddu.com.

Selain bisa mendapat dollar dari aktivitas uploads, sharing dan download kita juga bisa dapet dengan memberikan referensi pada kenalan kita.

Jadi, gak perlu risau kita gak bisa sharing file lagi…selama file kita bebas dari “yang itu” kenapa takut.

http://www.ziddu.com/register.php?referralid=(y%5DN0Q3%5DF

Berharaplah pada Manusia maka Kau akan Kecewa

Sering kita merasa kecewa pada orangtua, saudara, teman, kekasih atau suami/istri. Kenapa? Karena yang kita harapkan adalah dari makhluk yang bernama manusia, kita sering lupa bahwa kemana sebenarnya kita wajib berharap, bergantung.

Memang kalau kita bergantung pada manusia hanya ada dua pilihan kalau gak gembira ya duka. Bahkan mungkinĀ  banyak kecewanya kali ya…Apalagi kalau kita punya maksud tertentu..ya udah siap-siap aja merana.

Jadi..kenapa harus berharap pada manusia? Coba deh berharap kepada sesuatu yang pasti ( hanya mungkin masalah waktu aja ). Tahukan yang saya maksud?

Yap..bergantung dan berharaplah hanya pada-Nya…maka kau akan bahagia.

Perang Tarif Telepon, Siapa Paling Untung?

Jalan-jalan penuh dengan Spanduk, baliho, etc dari para operator telepon selular dalam rangka mempromosikan produk mereka. Perang tarifpun masih berkecamuk hingga membingungkan para pelanggan. Entah setelah pernyataan Presiden SBY beberapa waktu lalu, apakah benar-benar direalisasikan oleh para operator telepon selular tersebut. yang jelas sebagian masyarakat pengguna telepon selular ini sangat terbawa dengan iklan yang bertubi-tubi di media cetak maupun elektronik. Bagaimana tidak, melihat angka yang mungkin bagi sebagian besar masyarakat mengatakan “sangat murah”. Dari pengguna satu kartu coba-coba ganti ke kartu lain yang “katanya” termurah. Sebenarnya, semua ini hanyalah taktik bisnis para operator selular yang ingin mendongkrak pendapatan. Benarkan tarif tersebut diturunkan? Baca lebih lanjut