Efektifitas Iklan Untuk Penjualan

Saat ini TV bagaikan sembako bagi rakyat, kalau gak lihat Tv sehari aja kaya nggak makan sebulan. Betapa Tv mampu menyedot perhatian masyarakat kita dalam kondisi perekonomian yang bagaimanapun. Dan ini sangat ditangkap oleh para produsen segala produk untuk memanfaatkan TV sebagai media pemasaran yang paling efektif, yaitu melalui iklan. Semua produsen berlomba-lomba membuat iklan yang semenarik mungkin, bahkan kadang-kadang etika banyak dikesampingkan. Yang penting iklan tersebut mampu menarik perhatian khalayak. Mungkin dahulu sebagian besar penonton jengkel kalau siaran kesayangannya di “ganggu” oleh iklan. Tapi sekarang ternyata iklan -iklan yang mempunyai alur cerita, atau artis idola mereka mampu menghilangkan kejengkelan tersebut. Jelas ini sangat menguntungkan bagi TV, Produsen sebuah produk. Yang saat ini menjadiperhatian masyarakat adalah adanya iklan-iklan yang bersambung ( banyak contohnya ), ternyata respon masyarakat sangat baik. Hal ini membuktikan bahwa investasi untuk iklan sendiri sangat bermanfaat sekali. Produk yang masyarakat selama ini belum mereka kenal, ternyata melalui iklan mereka bisa mengenalnya. Jadilah penjualan suatu produk akan meningkat. Meskipun investasi yang dikeluarkan tidak sedikit, akan tetapi saya yakin pendapatan mereka jauh lebih banyak lagi. Namun dbalik semua itu, para produsen kelas menengah kebawah tidak perlu berkecil hati, sebab metode iklan sangat banyak sekali macamnya. salah satu contoh adalah dari mulut ke mulut. Dari yang pernah saya baca di media cetak, bahwa tingkat efektifitas iklan leawat mulut juga sangat efektif meski dalam skala kecil. Akan tetapi dari nilai investasi yang boleh dikatakan Nol Rupiah, tentu metode ini sangat efisien. Dibandingkan dengan membuat selebaran dari kertas atau spanduk yang akhirnya hanya mengotori pemandangan, menyampaiakan produk lewat “mouth to mouth” selain gratis juga terbukti kemampuannya dalam menarik konsumen. Bagi produsen kelas atas, membuat iklan di syatu media ( baik cetak maupun elektronik ) adalah kewajiban, sementara bagi yang berkelas menengah iklan “mouth to mouth” juga sangat efektif. Pada akhirnya apapun “jalan” akan para produsen/penjual dalam rangka memasarkan produknya. Hanya saja bagi pengusaha kelas atas suadah seharusnya mengedapankan etika, sehingga kita tidak hanya menjual tapi juga ikut mendidik konsumen/masyarakat.

2 Tanggapan

  1. iya tuh.. bener juga… sebetulnya kalau dipikir-pikir, Tujuan dibuatnya tv yang paling Utama adalah Untuk IKLAN barang/Jasa!!!
    jadi, maklum ajah iklan di TV bayarnya bisa selangit… tapi saya lebih suka Iklan yang banyak edukasinya… contohnya iklan A-mild dari HM.sampoerna…..
    “YANG MUDA DIPANDANG SEBELAH MATA”

  2. Boleh juga tuh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: