Penembak? Yap..betul! 1000% sekalian. Lho kok? emang sipil boleh bawa senjata api? Lagian…jangankan nembak, megang pistol saja belum pernah apalagi mau menembak. Cape deh…! Enggak ach, saya bukan penembak..enak saja nuduh-nuduh !
Masih gak mau ngaku juga? Heran deh! Kalau saya sendiri mengakuinya kok, memang gak nembak setiap hari, kadang-kadang gitu lho. Mau tahu senjata saya? DUIT alias MONEY.!
Tanya Kenapa?…Bayangkan saja deh :
1. Mau bikin KTP = Nembak Pegawai Kelurahan s/d Kecamatan.
2. Bikin SIM = Nembak Polisi
3. Ketilang Razia = Nembak Pak Polisi juga
4. Bayar Pajak Motor = Nembak petugas Samsat
5. Bikin Paspor = Nembak Petugas Imigrasi
Masih gak ngerasa juga? wah boleh tahan…kalau anda tidak termasuk pelaku diatas…Hebat! Saya salut banget sama anda. Anda termasuk Clean Person…Amin.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized

















Setuju.
Untuk nomer 1 bahan yang diperlukan : uang 50 ribu (tanpa surat luran s/d camat)
Untuk nomer 2 bahan yang diperlukan : uang 500 ribu untuk SIM A dan SIM C tanpa tes dan “nyuri” umur.
Untuk Nomer 3 bahan yang diperlukan : uang 100 ribu (tapi kalo lebih mahal lagi kagak tau hehehehe..)
Untuk Nomer 4 bahan yang diperlukan : entah berapa.. Soalnya belum pernah.
Untuk Nomer 5 bahan yang diperlukan : pasti uang. Tapi juga belum tau. Hehe.
Jadi intinya adalah Uang kan?
hahahah. kita emang jago
Masih mending ayam Jago kali ya…gak pernah nembak
tambahan:
Mau pacaran : nembak cewek idaman
ohohohohohoho…
Kayaknya dah pengalaman ya!
Memang ironis Mas. Tapi kalo kita mencoba bener malah kayak aneh sendiri. Jargon umumnya: “Karena kita benar, kita salah”
Wah capek ndiri donk
gue paling harap nggak nembak polisi
najis gue…
lebih baik duit itu dikasih fakir miskin…
Wah dah terlanjur nih gimana?
tambahan:
mo dongkrak IP.. nembak dosen…
kejadian dah…
gue kena tilang 30 rebu…
najis gue….
eh, pak polisi
tuh duit masuk diperut loe, bakal jadi cacing
kesallllllll
Yah…Adi..lo ngapain kok bisa ketiang? apes deh…!
gara2 belum bayar iuran stnk,
padahal setahu saya, hal begini bukan urusan polisi. tapi dinas dispenda.
kalau benar mereka pengayom masyarakat, harusnya
polisi itu menegur dan menyarankan agar iuran tersebut segera dibayar,
dasar emang mau duit saja bawaannya,
nggak pengen lihat duit aja, matanya jadi ijo.
kadang kita sibuk sekali, hingga hal2 begini terlewati.
cuman karena terlambat bayar iuran tahunan, bukan lagi stnk yang mati.
sekali lagi, kesalllllll
ini udah mau coblosan pemilu…. tambah lagi jago tembaknya
- petembak janji2
- petembak suara rakyat
- petembak omong kosong
dan…. aku mati di tembak kekuasaan
Tahu ndak kalo kata-kata anda juga nembak hati saya.Hik Hik gua kesindir nih
sebenarnya masih banyak cara tuk menyelesaikan semua itu.
jika kita mau sedikit bersabar dan berusaha
tapi kita memang seringkali gak mau susah dan gunakan sedikit tenaga kita
kita lebih sering ngandalin uang tuk nyelesaiin permasalahan itu
karena dirasa itu adalah cara yang paling mudah dan populer
bukan seluruhnya salah kita juga
para polisi itupun juga ikut andil dalam aksi penembakan kita
andai saja polisi gak mau menerima uang yang kita kasih (jaman sekarang, siapa yang gak mau dikasih uang, he..he..)
tentu tragedi penembakan itu pun gak akan kita temui di negeri ini. Insyaallah..
intinya, tidak seharusnya kita gunakan uang sebagai cara satu-satunya penyelesai masalah kita.
karena uang bukanlah Tuhan atau pun malaikat
yuk, kita pergunakan uang-uang itu untuk sesuatu yang baik dan bermanfaat
selalu ada jalan bagi orang yang mau bersabar dan berusaha.
Wah aku jadi tersangka penembakan point 1-4 nih.
emmm….kreatif juga judulnya mas
salam kenal